HeadlinesKriminalPilihanEditor

Setelah Amankan Pembeli Okerbaya, Tim Sadeng Polsek Puger Ringkus Pengedarnya

JEMBER, suaratimuronline.com – Pemberantasan penyakit masyarakat (pekat) seperti peredaran okerbaya (obat keras berbahaya) terus dilakukan jajaran Tim Sadeng Unit Reskrim Polsek Puger Jember, hal ini dibuktikan dengan dilakukannya penangkapan terhadap RM (16) pemuda asal Dusun Krajan Desa Jambearum dan MS(15) pemuda asal Desa Wonosari.

Menurut Kapolsek Puger AKP. Eko Basuki Teguh, penangkapan terhadap RM dan MS ini setelah pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat adanya informasi jika keduanya sering melakukan transaksi jual beli okerbaya di rumahnya.

Bahkan sebelum menangkap kedua pengedar, pihaknya juga mengamankan salah satu pembeli yang mendapatkan okerbaya tersebut dari kedua pengedar. Sehingga dari interogasi yang dilakukan terhadap pembeli, didapatkan jika barang haram tersebut didapatkan dari kedua pelaku.

“Terungkapnya kedua pelaku sebagai pengedar okerbaya, dari adanya laporan masyarakat ke kami, kemudian tim kami melakukan penyelidikan, saat dilakukan penyelidikan ada 1 pembeli yang kami amankan, dan ketika kami interogasi, okerbaya tersebut didapatkan dari 2 pelaku RM dan MS,” ujar Kapolsek Puger.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan 72 butir obat jenis Trihexaphenidil warna putih berlogo “Y”, 9 klip plastik kecil berisikan masing-masing 8 butir pil, uang hasil penjualan okerbaya Rp. 50.000 serta 1 unit sepeda motor Honda Vario Nopol P 4627 CF dan 2 unit android yang dijadikan sarana komunikasi oleh kedua pelaku dengan pembelinya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 196 Sub Pasal 197 Undang Undang R.I No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Sebagaimana Perubahan dlm Pasal 60 UU  RI Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja, dimana Diduga dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standard dan atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan dan mutu atau mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar.

“Untuk pidana pasal 196 Sub Pasal 197 Undang Undang R.I No. 36 Tahun 2009, ancamannya maksimal 15 tahun penjara,” pungkas Kapolsek. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button