Ekonomi BisnisHeadlinesPilihanEditor

Pasar Takjil Banyuwangi Angkat Ekonomi UMKM

SUARATIMUR (BANYUWANGI) – Pasar takjil ramadhan 2021 merupakan program Pemerintah Daerah (Pemda) Banyuwangi yang selalu digelar setiap tahun di wilayah Kecamatan Kota Banyuwangi. Selain penjual makanan khas ramadhan yang menghiasi dan berjejer di sisi kanan dan kiri ruas jalan, kali ini di pasar takjil juga ada yang unik. Warga yang datang disuguhi sebagian komunitas sepeda onthel yang ikut serta meramaikan pasar takjil. Mereka berjualan berbagai menu makanan seperti pelasan, abon, nasi bungkus teri, botok telur asin, patola, kolak dan es degan jelly.

Tentu saja ini juga menjadi daya tarik tersendiri untuk membantu perekonomian keluarga. Dikarenakan selain hobi bersepeda, dengan adanya program pemerintah memberi bantuan tobos, komunitas sepeda onthel ini bisa berjualan yang nantinya bisa menambah penghasilan keluarga di masa pandemi Covid-19.

Ditemui di pasar takjil seputaran Jalan Brigjen Katamso, Heri Puji selaku Ketua Komunitas Sepeda Onthel Kertosari (KSOK), Minggu (18/4/2021) menuturkan, pihaknya sangat terbantu dengan adanya program pemda tersebut. Dengan diajaknya komunitas sepeda onthel dalam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), sebagai wujud pemerintah peduli terhadap masyarakat dan komunitas sepeda onthel yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang unggul dan bisa berdaya saing.

“Kedepannya kami mengharapkan agar ada pembinaan dan pelatihan produk makanan dari Dinas UMKM Banyuwangi. Dengan bentuk pelatihan pembuatan sampai pemasaran produk makanan, supaya nantinya kita semua anggota KSOK bisa mengerti tata cara dalam hal pembuatan sampai pemasarannya,” ungkapnya.

Camat Banyuwangi, Muhammad Lutfi, seusai mengontrol para pedagang di pasar takjil, kepada media ini menjelaskan, bahwa kedepannya para pedagang UMKM yang ada di pasar takjil ramadhan akan diadakan pelatihan dan kontrol kualitas produk makanan yang mereka jual.

“Dan untuk pedagang UMKM dari komunitas sepeda ontel, nantinya akan kami ikutkan di setiap kegiatan festival agar bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk even-even festival di Banyuwangi,” paparnya.

Disinggung soal modal usaha dari pemerintah untuk UMKM, Lutfi mengaku pemerintah memfasilitasi melalui kredit usaha rakyat (KUR) dari Bank yang sudah kami disediakan. “Harapan kami, nantinya bisa di stimulan oleh pihak kelurahan setempat. Karena ini masih berproses dan belum ada bantuan modal,” tutupnya. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker