HeadlinesKriminalPilihanEditor

Meski Sudah Dikasih ‘Ramuan’ Anti Hamil, Korban Asusila Ayah Tiri Tetap Hamil

JEMBER, suaratimuronline.com – Supar (49) warga Desa Harjomulyo Kecamatan Silo Jember, yang telah menyetubuhi anak tiri angkatnya Kencur (17) warga Desa Sidomukti Kecamatan Mayang Jember berkali-kali, ternyata berusaha untuk menghilangkan barang bukti perbuatannya, dengan cara memberikan ramuan kepada korban.

Apa yang dilakukan oleh pelaku ini, berharap korban tidak hamil dan aksinya tetap berjalan mulus, namun rupanya ‘ramuan’ yang  dianjurkan oleh pelaku kepada korban tidak manjur, dari hasil visum yang dilakukan terhadap korban pada Sabtu (5/6/2021) di RS dr. Soebandi Jember, korban diketahui hamil 10 minggu atau 2,5 bulan.

“Hasil visum menunjukkan ada janin dalam perut korban mas, usianya 10 minggu atau 2,5 bulan,” ujar Kepala Desa Sidomukti Sunardi Hadi saat mendampingi korban mulai dari pelaporan, ke Polres hingga korban menjalani visum di RS dr. Soebandi Jember.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kencur warga Desa Sidomukti yang ditinggal ayah dan ibunya karena keduanya berpisah (cerai) saat masih umur 2 tahun, diangkat sebagai anak oleh tetangganya sebut saja Cikrak yang sudah bersuami namun tidak memiliki anak.

BACA JUGA BERITA TERKAIT : https://suaratimuronline.com/digagahi-ayah-tiri-perempuan-asal-mayang-lapor-polisi/

Namun suami Cikrak meninggal sekitar 3 tahun lalu atau saat Kencur berusia 14 tahun, sehingga Cikrak memutuskan untuk menikah lagi dengan Supar dua tahun lalu.

Kehadiran Supar inilah yang akhirnya menjadi bencana bagi Kencur, ia yang hanya lulus SMP, menjadi korban pelampiasan nafsu bejatnya. Meski aksi pertama kalinya melakukan persetubuhan terhadap Kencur dilakukan pada Desember 2020 lalu, namun karena seringnya, sampai Kencur lupa sudah berapa kali harus menuruti hawa nafsu bapak angkat tirinya.

“Korban lupa sudah berapa kali ayah angkat tirinya melakukan itu, korban sendiri lupa, karena kadang malam, kadang juga siang saat ibu angkatnya bekerja,” ujar Kades.

Untuk menutup aksinya, selain mengancam kepada korban akan mengusirnya jika cerita ke orang lain, pelaku juga menyuruh korban untuk minum pil anti hamil serta minum ramuan yang terbuat dari Ragi Tape yang dicampur dengan parutan laos. “Kepada korban, pelaku mengatakan jika pil serta ramuan dari ragi tape yang dicampur parutan laos untuk melancarkan haid,” jelasnya.

Namun aksi pelaku ini terbongkar saat paman korban menemukan pil dan ragi tape yang ada di tas korban, sehingga paman korban melakukan interogasi dan mendapat pengakuan apa yang dialami keponakannya.

“Ya paman korban yang mengetahui pertama kali, sehingga paman korban melaporkan ke desa dan dilanjutkan ke polisi, sehingga pelaku malam itu juga langsung diamankan,” ujar Kades.

Masih menutu Kepala Desa, korban sendiri sebenarnya pernah menceritakan persetubuhan yang dilakukan oleh ayah angkat tirinya ke ibu angkatnya, namun karena ibu angkatnya begitu sayang terhadap suaminya, ia meminta agar korban tidak cerita, dan berjanji akan mencari jalan solusi yang dihadapi anak angkatnya. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker