HeadlinesPendidikanPilihanEditor

Film Pendek Karya Santri Mukhtar Syafaat Juara 1 di HSN Tingkat Banyuwangi

BANYUWANGI, suaratimuronline.com –  Karya sineas santri asal Yayasan Mukhtar Syafaat Blokagung Karangdoro Tegalsari Banyuwangi, berhasil mengalahkan puluhan karya film pendek antar santri se Kabupaten Banyuwangi pada Peringatan Hari Santri Nasional 2021 yang diselenggarakan oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) cabang Banyuwangi pada 22 Oktober lalu.

Pembuatan film dengan judul ‘Kesehatan Itu Bukan Tentang Aku dan Kamu tapi Tentang Kita’ ini menceritakan bagaimana di masa pandemi covid-19 seperti saat ini, kita dituntut untuk menjaga protokol kesehatan (Prokes) tidak hanya diluar pesantren, akan tetapi didalam pesantrenpun prokes juga harus dilakukan oleh santri, agar terhindar dari paparan virus covid.

“Pembuatan film dengan tema covid-19, selain sudah ditentukan panitia, peristiwa yang pernah menimpa saudara dan teman kami saat terpapar covid di Pesantren memberikan inspirasi dan hikmah dalam pembuatan film pendek ini,” ujar Bahrul Ulum selaku sutradara dalam pembuatan film pendek ini.

Bahrul menambahkan, bahwa pesan yang bisa diambil dalam film pendek yang dibuat bersama dengan tim media di Yayasan Mukhtar Syafaat, adalah bagaimana santri harus tetap mematuhi prokes serta tidak abai jika virus covid-19 itu nyata dan ada.

Tidak hanya itu, mengenakan masker dalam aktivitas sehari-hari serta ikut vaksin, juga bagian dari ikhtiar agar terhindar dari penyebaran covid-19. “Karena berbicara kesehatan itu bukan hanya tentang antara kami dan kalian, tapi tentang kita semua,” beber Bahrul.

Film pendek ini sendiri dikerjakan oleh 3 personil (crew) dengan 4 tallent santri, dimana dalam film pendek tersebut, 2 santri mempercayai jika virus covid-19 itu ada dan nyata, sehingga tetap menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitasnya di pesantren, dan 1 santri lagi digambarkan sebagai sosok santri yang tidak percaya akan adanya virus covid-19.

“Ditambah lagi 1 santri berperan sebagai pengurus pondok, karena kehidupan santri di pondok tidak jauh dari 3 koponen, yakni Pengasuh, Pengurus dan Santri,” pungkas Bahrul Ulum. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker