Ekonomi BisnisHeadlinesPilihanEditor

Ditengah Lesunya UMKM masa Pandemi Covid-19, H. Karim : Negara Harus Hadir

JEMBER, suaratimuronline.com – Lesunya daya beli masyarakat selama masa pandemi Covid-19 membuat omzet penjualan UMKM mengalami penurunan, hal ini terungkap saat H. Karimullah. SP anggota Komisi B DPRD Jatim yang juga ketua DPD Partai Golkar Jember menghadiri acara Reuni Alumni Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember di Warkop 97 Patrang, Minggu 13 Juni 2021.

“UMKM adalah bagian pelaku ekonomi di Jember yang mampu bertahan meskipun mengalami penurunan omzet penjualannya, hal ini dikarenakan terpengaruh daya beli masyarakat yang menurun akibat pandemi Covid-19, sehingga sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha UMKM,” ujar H. Karim panggilan akrabnya.

Menurut H. Karim, jika krisis ekonomi yang dialami UMKM terus berlanjut, maka tanpa disadari dapat menjadi ancaman bagi perekonomian nasional. Oleh karena itu pembinaan dan bantuan untuk pelaku UMKM di masa pandemi perlu menjadi perhatian terutama pemerintah. “Inovasi dan Teknologi sebagai Solusi Kebangkitan UMKM di Tengah Pandemi,” ungkap H.Karim.

H.Karim menjelaskan bahwa  permasalahan mendasar dialami UMKM antara lain penurunan penjualan, hal ini terkait daya beli masyarakat yang menurun, permodalan, peningkatan kualitas produk, kurang adanya peralatan penunjang untuk meningkatkan produksi dan kualitas, penampilan packaging yang kurang bagus juga menjadi pengaruh.

“Untuk membangkitkan kembali UMKM, maka negara harus hadir dengan melakukan pendamingan, dan upaya kerjasama dalam pemanfaatan inovasi dan teknologi yang dapat menunjang perbaikan mutu dan daya saing produk, proses pengolahan produk, kemasan dan sistem pemasarannya,” ungkapnya.

Terkait menurunnya omzet UMKM juga dirasakan oleh Ibu Yuliana, yang memproduksi camilan kripik tempe MAMIRA, ia mengungkapkan jika sebelum masa pandemi Covid 19, menjual berbagai macam produk repacking camilan pabrikan sangat laku keras, terlebih konsumen dari camilan tersebut adalah anak-anak.

“Tapi sejak pandemi, sekolah diliburkan, omzet menurun, sehingga untuk tetap bisa bertahan, kami mencoba berinovasi dalam penjualan, dengan cara menggugah para dermawan yang ekonominya mapan, untuk berbagi dengan anak yatim piatu, mereka yang memiliki rezeki lebih membeli produk kami untuk diberikan kepada anak yatim piatu, hal ini sebagai implementasi kepedulian sosial dimasa pandemi ini,” ujar Yuliana.

Dengan sistem seperti ini, UMKM yang ia kelola mampu bertahan walau tidak seperti saat sebelum pandemi. “Alhamdulillah donatur tidak hanya dari kota Jember tetapi datang dari Kalimantan Timur, Banyuwangi, Bali dan Jawa Barat. Dengan inovasi marketing yang bernilai ibadah ini, tiap Jum’at rata-rata gerakan sedeqah ini sekitar 200 pcs atau setara 20 kg bahan baku tempe,” ungkap Yuliana.

Sementara itu Sekretaris Dinas Koperasi, Ir. Haris Muslimin, M.Si, dikonfirmasi ditempat terpisah mengungkapkan bahwa pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah adalah Nafas pergerakan ekonomi masyarakat.

“Dinas Koperasi dan UMKM Pemkab Jember siap mendukung UMKM dalam peningkatan kualitas dan pemasaran produk dengan memperluas kerjasama dengan berbagai pihak sehingga para pelaku UMKM mendapatkan motivasi dan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi serta mampu bangkit di tengah pandemi,” pungkas Haris Muslimin.

 

 

Jurnalis : Lukman Hakim

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker