HeadlinesKriminalPilihanEditor

CD Warna Pink Jadi Barang Bukti Kasus Perkosaan Remaja Asal Balung

JEMBER, suaratimuronline.com – Akibat minum minuman keras bersama dengan 6 temannya, Kencur (15) siswi MTs di Kecamatan Balung menjadi korban perkosaan yang dilakukan oleh temannya MNR (17) warga desa Karangduren Balung.

Peristiwa yang menimpa Kencur terjadi, saat korban bersama dengan 6 temannya menggelar pesta miras di rumah FR (15) salah satu temannya pada Rabu (29/9/3021) lalu di Desa Karangduren, ke 6 remaja menggelar pesta miras yang dioplos sendiri antara alkohol 70 persen yang diperuntukkan dijual untuk kecantikan maupun mengobati luka luar dengan minuman ringan.

Saat korban dalam kondisi terpengaruh minuman keras itulah, pelaku menarik tangan korban dan menyeretnya ke kamar belakang, kemudian melakukan perkosaan terhadap korban. Atas apa yang dialaminya inilah, korban melaporkannya ke orang tuanya dan dilanjutkan ke Mapolsek Balung.

“Pelaku pemerkosaan sudah kami amankan setelah adanya laporan dari orang tua korban, baik korban maupun pelaku sama sama dibawah umur, saat ini kami masih koordinasi dengan pihak Bapas (Balai Pemasyarakatan) Jember dan Dinas Sosial untuk pendampingan terhadap korban,” ujar Kapolsek Balung AKP. Sunarto Minggu (3/10/3021)

Terkait miras yang menjadi penyebab dari peristiwa yang menimpa Kencur, Kapolsek menjelaskan, bahwa pihaknya sejauh ini sudah melakukan pemberantasan terhadap peredaran miras diwilayahnya, namun miras yang digunakan oleh pelaku dan teman temanya, merupakan miras yang dioplos sendiri.

“Pelaku dan teman temannya, membuat miras sendiri dari alkohol 70 persen dicampur dengan minuman ringan, dan alkohol tersebut memang diperbolehkan dijual, tapi untuk kecantikan, sehingga kami kesulitan dalam melakukan penindakannya,” beber Kapolsek.

Sejauh ini, pihaknya sebatas memberikan himbauan kepada penjual alkohol 70 persen untuk tidak menjual kepada anak-anak atau orang yang tidak memiliki kepentingan dengan alkohol tersebut, namun masih banyak warga maupun anak-anak yang menyalahgunakannya.

“Alkohol 70 persen itu kan biasanya dipakai untuk membersihkan luka atau di kecantikan untuk membersihkan cat kuku alias kutek, jadi sulit memantau pembelinya, dan kerap kali disalah gunakan pemakaiannya, kami berharap hal ini bisa menjadi perhatian semua pihak,” ujarnya.

Sedangkan untuk kasus perkosaan yang dilakukan oleh MNR, polisi menjerat pelaku dengan pasal 81 ayat(1) dan ayat (2) Jo pasal 76D dan atau 82 ayat (1) Jo pasal 76E UU RI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Pelaku kami jerat dengan UU Perlindungan Perempuan dan Anak, ancaman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun,” jelas Kapolsek.

Sementara untuk melengkapi pemeriksaan, polisi menyita barang bukti, diantaranya Celana Dalam (CD) warna pink, kaos warna hitam, celana leging dan kerudung, dimana semuanya milik korban. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker