HeadlinesPeristiwaPilihanEditor

Banyak Warga Resah dan Terganggu, Giliran Sound System Wuluhan Diobrak

Ssstt Ada Pak Kades yang Diperiksa Lho

JEMBER, suaratimuronline.com – Keberadaan sound system yang dibunyikan dengan suara cukup keras hingga memekakan telinga dan menggetarkan kaca rumah warga terlebih malam hari menjelang sahur, seringkali menimbulkan keresahan dna dianggap mengganggu ketenangan warga saat istirahat malam.

Jika sebelumnya di wilayah Kecamatan Gumukmas 3 kendaraan bak terbuka dengan rincian 2 pickup dan 1 truk diamankan pihak Polsek Gumukmas, karena melakukan ‘parade’ sound malam hari saat orang beristiraha, kini giliran wilayah Kecamatan Wuluhan, tepatnya di Desa Glundengan diobrak jajaran Satreskrim Polres Jember.

Penindakan di Kecamatan Wuluhan ini, selain meresahkan warga, aktivitas pemilik sound system yang tergabung dalam Jember Sound System Comunity ini juga dinilai melanggar protokol kesehatan. Karena menimbulkan kerumunan sehingga berpotensi menjadi klaster baru covid-19.

Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Komang Yogi Arya Wiguna, SIK, mengatakan Polres Jember sedang mengambil tindakan atas aktivitas dari komunitas sound system yang menimbulkan keresahan masyarakat khususnya pada masa pandemi.

AKP Yogi mengatakan, “Satreskrim Polres dan Polsek berhasil mengamankan beberapa barang bukti.” Kasat menjelaskan secara rinci barang bukti diantaranya 5 unit truck merk Mitsubishi, 5 unit sound system, 5 unit ganset.

AKP Yogi menjelaskan juga sedang memeriksa terduga para pelaku. “Kami sedang memeriksa terduga pelaku dengan barang bukti lima truck dari Jember Sound System Comunity beserta genset dan salonnya, lighting, power supply, lampu dan lainnya,” ungkap AKP Yogi, Senin (10/8/2021) pukul 20:00.

BACA JUGA BERITA : https://suaratimuronline.com/keluar-kota-disaat-larangan-mudik-kades-di-banyuwangi-dapat-teguran/

Selain itu Satreskrim juga memeriksa salah satu Kades yang diduga menjadi panitia. “Kita ambil keterangan dari pemilik sound system dan aparat desa setempat,” katanya. Total yang dimintai keterangan 19 saksi oleh Sat Reskrim.

AKP Yogi masih mendalami motif dari dari pelaku yang melakukan aktivitas tersebut apakah secara terkoordinir. “Yang jelas telah menimbulkan kerumunan, tidak ada cuci tangan, menjaga jarak dan sebagainya sehingga melanggar protokol kesehatan,” tegas AKP Yogi.

Kepada masyarakat AKP Yogi berharap lebih bijak menyikapi peristiwa seperti itu. “Kami menghimbau kepada masyarakat atau elemen apapun untuk menahan diri tidak melakukan kegiatan yang mengumpulkan masyarakat yang banyak. “Jika masih melanggar akan kita kenakan undang-undang kekarantinaan dan undang-undang wabah penyakit,” jelas AKP Yogi.

Bagi masyarakat yang menyebar-luaskan berita-berita seperti aktivitas tersebut dan menimbulkan kerumunan diharap oleh Kasat Reskrim untuk lebih berhati-hati. “Untuk yang  menyebarkan postingan (konten-konten yang kami anggap ada pelanggaran hukum) di media sosial dan lainnya tentu kami pelajari apakah ada pelanggaran ITE,” pungkas AKP Yogi.

Seperti yang diketahui di berbagai media (terutama medsos) pada hari Sabtu 8 Mei 2021 pukul  22:00 WIB sampai Minggu dini hari 02:30 WIB ada semacam pertunjukan adu suara dari sound system di Desa Glundengan Kecamatan Wuluhan. Kegiatan tersebut ditonton ribuan orang tanpa mengindahkan prokes. (Sumber : red/ res jbr)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker